SEJARAH SD Strada Dipamarga
Halaman ini berisi informasi tentang sejarah awal mula kamiSD Strada Dipamarga
SD Strada Dipamarga merupakan salah satu lembaga pendidikan di bawah naungan Perkumpulan Strada yang telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan masyarakat di wilayah Klender, Jakarta. Berdiri sejak tahun 1974.
Awal mula berdirinya SD Strada Dipamarga tidak terlepas dari keberadaan tanah di wilayah Klender, Jalan Dermaga No. 22, yang pada saat itu merupakan tanah milik Samadi. Pada masa tersebut, Yayasan Samadi dipimpin oleh Romo Looymans, SJ, yang juga menjabat sebagai Direktur pada College Loyola Semarang.
Dalam perkembangannya, pemerintah memberikan tawaran bantuan kepada Romo Looymans, SJ untuk membantu bidang pendidikan. Tawaran tersebut kemudian diterima sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam penyediaan sarana pendidikan bagi masyarakat. Pemerintah kemudian memberikan dukungan dalam penyediaan sarana pendidikan. Bantuan pembangunan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, dibangun tiga ruang kelas, kantor guru, serta fasilitas WC. Selanjutnya, pada tahun 1975, pembangunan dilanjutkan dengan penambahan tiga ruang kelas dan fasilitas pendukung untuk memenuhi kebutuhan siswa yang semakin bertambah.
Pada masa awal penyelenggaraannya, sekolah menggunakan nama SD Percobaan. Tahun 1974 menjadi awal perjalanan pendidikan sekolah dengan jumlah sekitar 160 siswa dan didukung oleh lima orang guru dan karyawan.
Perjuangan Menghimpun Murid
Membangun sebuah sekolah pada masa itu bukanlah hal yang mudah. Selain menyiapkan sarana pendidikan, para perintis juga perlu memperkenalkan keberadaan sekolah kepada masyarakat dan menghimpun murid.
Romo Looymans, SJ bersama sejumlah tokoh Katolik di sekitar Klender, Duren Sawit, Pondok Bambu, dan wilayah sekitarnya turut berupaya mencari umat dan calon murid. Berbagai cara dilakukan, termasuk mengunjungi masyarakat dan melibatkan tokoh-tokoh Katolik setempat.
Upaya tersebut berlangsung selama beberapa tahun hingga akhirnya sekolah mulai mendapatkan kepercayaan masyarakat. Para siswa yang bergabung berasal dari berbagai latar belakang, antara lain Jawa, Flores, Cina, Batak, dan Manado. Keberagaman tersebut menjadi bagian dari kehidupan sekolah sejak masa awal berdirinya.
Pertumbuhan dari Masa ke Masa
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan, jumlah siswa SD Strada Dipamarga berkembang dengan pesat. Berdasarkan arsip sekolah, jumlah siswa tercatat 160 orang pada tahun 1974, kemudian meningkat menjadi 314 siswa pada tahun 1975, 410 siswa pada tahun 1976, dan terus bertambah hingga mencapai 840 siswa pada tahun pelajaran 1987–1988.
Perkembangan jumlah siswa tersebut menunjukkan besarnya peran SD Strada Dipamarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat pada masa itu. Setelah periode tersebut, jumlah siswa mengalami perubahan secara bertahap seiring perkembangan zaman. Pada tahun pelajaran 1999–2000, jumlah siswa tercatat sebanyak 284 orang.
Melanjutkan Karya Pendidikan
Selama lebih dari lima dekade, SD Strada Dipamarga telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan banyak generasi. Para siswa, guru, karyawan, orang tua, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak yang pernah terlibat telah memberikan kontribusi dalam membentuk perjalanan sekolah hingga saat ini.
Dari sebuah sekolah yang dirintis dengan sarana sederhana pada tahun 1974, SD Strada Dipamarga terus bertumbuh dan melanjutkan karya pendidikan dengan semangat pelayanan, kepedulian, dan komitmen terhadap perkembangan peserta didik.
Sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah sekolah bukan hanya tentang bangunan dan jumlah siswa, tetapi juga tentang orang-orang yang telah bekerja, melayani, belajar, dan bertumbuh bersama di dalamnya.
Salam hangat,
SD Strada Dipamarga